Politeknik Negeri Banyuwangi JINGGO

Poliwangi Susun Pedoman dan SOP Magang Luar Negeri Vokasi, Perkuat Peluang Kerja Internasional Mahasiswa

Banyuwangi – Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penyusunan Pedoman dan SOP Magang Luar Negeri Vokasi: Integrasi Loyalitas Pendampingan, Mitigasi Risiko, dan Peluang Kerja Internasional” pada Senin, 12 Oktober 2026 di Ruang Ir. Asmuji (B2.07) Poliwangi. Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Hibah Magang 2026 ini difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu integrasi loyalitas pendampingan, mitigasi risiko legalitas dan keselamatan mahasiswa pra-, saat, hingga purna-penempatan, serta pembukaan peluang kerja internasional pasca-magang.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Panji Tri Nugroho, S.I.A., M.Si., selaku Koordinator P4MI, dan Anggun Puspitarini Siswanto, Ph.D., dosen Universitas Diponegoro. Dalam pemaparannya, Panji Tri Nugroho menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum vokasi berbasis kebutuhan industri global serta penerapan kebijakan perlindungan menyeluruh bagi tenaga kerja. Menurutnya, penyiapan kompetensi teknis yang selaras dengan standar internasional dan penguasaan bahasa asing negara tujuan seperti bahasa Jepang, Korea, Inggris, dan Jerman menjadi kunci utama kesuksesan magang luar negeri. Ia juga menggarisbawahi perlunya penguatan edukasi migrasi aman pra-keberangkatan, pemantauan dan bantuan hukum selama masa kerja, hingga program penempatan pasca-magang.

Sementara itu, Anggun Puspitarini Siswanto memaparkan arah penguatan Career Development Center – Migrant Center (CDC-MC) Poliwangi. CDC-MC akan diarahkan untuk menyediakan layanan career counseling dan coaching, pelatihan penyusunan CV dan wawancara internasional, penyediaan tracer study berbasis bukti, hingga penguatan jejaring alumni global melalui diaspora engagement. Ia juga memberikan masukan langsung terkait penyempurnaan draf pedoman magang, termasuk standarisasi dokumen kelengkapan serta penyelenggaraan tes psikologi bagi calon peserta magang luar negeri.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pendampingan mahasiswa yang aman dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) institusi menuju perguruan tinggi vokasi yang berdaya saing global. Poliwangi berkomitmen untuk terus memperluas akses dan peluang kerja internasional bagi mahasiswa sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan vokasi yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di pasar kerja global.